Data Kuliner

Data 0

Daerah

Daerah 0

Kontributor

Orang 0

Diakses

Kunjungan 0
Artikel Terakhir

Kue Karasa

Jenis Makanan

Jajanan

Sejarah Makanan

Masyarakat Bugis umumnya menyebut penganan berwarna merah berbentuk seperti jalinan benang ini sebagai Nennu’ Nennu’. Beberapa daerah di Sulawesi Selatan memberi nama berbeda bagi penganan yang sering disebut sebagai biskuit bugis ini. Di Pinrang kue ini disebut Karasa’. “Mungkin karena agak keras (renyah) kalau digigit jadi dinamakan Karasa’,” tutur Ani pembuat kue karasa (32 tahun) kue ini menjadi salah salah satu isi Bosara’ (hantaran pengantin Bugis-Makassar) yang wajib diberikan pihak laki-laki kepada calon mempelai perempuan dalam pernikahan. Dahulu kala, kue bannang-bannang atau nennuk-nennuk merupakan makanan bangsawan Bugis Makassar. Namun, seiring perkembangan zaman, kue yang identik dengan wujud seperi benang kusut tersebut dapat dinikmati oleh semua kalangan tanpa melihat strata sosialnya. wujud kue bannang-bannang atau nennuk-nennuk dibentuk menyerupai benang kusut. Sebab, ada makna filosofi yang terkandung, yaitu menggambarkan tentang satu kesatuan yang saling terkait dan tak akan pernah bisa dipisahkan atau diuraikan. Jadi mereka yang melangsungkan pernikahan setelah mencicipi kue bannang-bannang atau nennuk-nennuk diharapkan akan menjadi keluarga yang utuh dan tidak mudah terpisahkan. Hanya maut yang memisahkan mereka Tak hanya itu, rasa manis gula aren dari kue bannang-bannang atau nennuk-nennuk khas Bugis Makassar juga bermakna manisnya perjalanan rumah tangga pasangan yang melangsungkan hajatan pernikahan.

Nilai Makna Makanan

Penganan ini menjadi salah satu isi Bosara’ (hantaran pengantin Bugis-Makassar) yang wajib diberikan pihak laki-laki kepada calon mempelai perempuan dalam pernikahan. Jalinan benang dalam penganan Karasa’ bermakna abadi sehingga diharapkan rumah tangga yang akan dijalani sang pengantin akan senantiasa langgeng dan terjalin abadi.

Bahan Baku Utama

Tepung Beras,

Bahan Baku Tambahan

Rempah-Rempah

Bumbu-Bumbu

Gula Merah, Air

Cara Pengolahan

Menggoreng

- Foto Cara Pengolahan:
Responsive image

Cerita / Proses Pengolahan

Pertama-tama, beras putih yang sudah ditumbuk menjadi halus kemudian dicampur dengan air dan di aduk hingga merata. Setelah itu, adonan tersebut dimasukkan ke dalam alat khusus untuk pembuatannya. Di mana dahulunya masih menggunakan alat tradisional yang terbuat dari batok kelapa yang telah diberi beberapa lubang halus untuk pembentukan adonan. Selanjutnya, imbuh dia, adonan yang dimasukkan ke dalam batok kelapa yang telah diberi beberapa lubang halus tempat adonan keluar tersebut, lalu dituangkan ke dalam minyak kelapa yang sudah tampak panas di atas wajan. Saat proses penggorengan berlangsung, gula aren yang sudah dihaluskan lalu ditaburi di atas adonan tersebut. Setelah adonan kue bannang-bannang atau nennuk-nennuk tampak berubah warna dan matang, selanjutnya diangkat dari dalam wajan dan kue khas Bugis-Makassar itu lalu dilipat. kemudian ketika berubah warna di angkat dan ditiriskan.

Cara Penyajian

disajikan bersama dengan kopi hitam.

- Foto Cara Penyajian:
Responsive image


Kecocokan Makanan dengan Usia

Semua Umur

Risiko Kerentanan (Bahaya Makanan)Perspektif Pandangan Setempat (bukan Medis-Klinis)

Kolesterol

Efek/Kelebihan (Non Kerentanan) Perspektif Pandangan Setempat (bukan Medis-Klinis)

Menambah Nafsu Makan

Catatan Lain

nama jajanan ini di setiap daerah akan berbeda-beda

Jenis Informan : Website

https://makassar.terkini.id/renyah-manis-kue-karasa-dari-pinrang/, https://www.liputan6.com/regional/read/3190621/kue-benang-kusut-bugis-makassar-perekat-pasangan-sehidup-semati

Komentar

Tinggalkan Komentar

Kembali