Data Kuliner

Data 0

Daerah

Daerah 0

Kontributor

Orang 0

Diakses

Kunjungan 0
Artikel Terakhir

Kue Bikang, Khas Mandar Sulawesi Barat Yang Memiliki Banyak Pori, Disiram Gula Aren, sehingga Lumer di Mulut

Jenis Makanan

Jajanan

Sejarah Makanan

Bikang Mandar merupakan makanan khas Sulawesi Barat dan sampai di daerah kabupaten Mamuju, Majene, dan Polewali Mandar, Anda akan menemukan hidangan yang kurang lebih sama namun dengan nama berbeda. Serabi khas suku Mandar disebut bikang. Kue Bikang diluar Sulbar atau di Indonesia secara umum berbeda jauh dengan Bikang Mandar, kue Bikang yang dikenal masyarakat Indonesia secara umum adalah misalnya kue bikang teratai dan kue bikang mawar yang secara kontras akan berbeda bentuk, warna dan rasanya dengan kue bikang di Sulawesi Barat.

Nilai Makna Makanan

Kue bikang ini merupakan makanan khas Mandar Sulawesi Barat. Terbuat dari tepung beras dian air santan. Jika sudah matang, diguyur pakai gula areng yang sudah dicairkan. Ini nih yang bikin lumerrrr di mulut. Dari tekaturnya, kue bikang memilki banyak pori. Nah, pori ini fungsinya adalah ketika disiram gula areng, langsung meresap ke dalam kue. Lumerrrr. Cara pembuatannya masih terbilang unik. Tak bakal ditemukan di tempat lain deh. Kue ini dimasak tidak menggunakan kompor, tetapi menggunakan “pallu” sebagai pengganti kimpor. dan “panjepangan” sebagai pengganti wajan. nah kedua alat tersebut terbuat dari tanah liat. Mantap gaes. Pantas saja rasanya uneaaaak. Masih alami.

Bahan Baku Utama

Tepung Beras,

Bahan Baku Tambahan

ahan-bahan yang dibutuhkan 350 gram Tepung Beras 2 sendok makan Tepung Terigu 900 ml Santan 125 gram Gula Pasir Garam secukupnya Pewarna Kue secukupnya 50 gram Areh / Santan Kental (direbus)

Rempah-Rempah

Bumbu-Bumbu

Cara Pengolahan

Mengukus dan memasak

Cerita / Proses Pengolahan

Langkah-langkah Pembuatan Ambil 200 ml santan, campur dengan 2 sdm tepung beras hingga larut. Masak di api kecil sambil diaduk-aduk hingga mendidih, lalu angkat. Tuang ke dalam mangkok besar, tambahkan gula, garam, terigu, pewarna kue, dan sisa tepung beras. Aduk hingga rata sambil tuangi sisa santan hingga menjadi adonan yang licin. Pukul-pukul adonan dengan telapak tangan selam sekitar 30 mnt hingga adonan mulur dan ringan. Tuangi sisa santan, aduk hingga rata. Istirahatkan adonan selama 1 jam. Panaskan cetakan bikang di atas api sedang, tuang adonan ke dalam tiap lubang cetakan hingga hampir penuh. Tetesi sedikit adonan berwarna. Masak hingga matang. Angkat kue dengan mencungkil bagian bawah hingga kue merekah, lalu angkat. Susun di piring yang cantik dan Bikang Mandar siap disajikan.

Cara Penyajian

disajikan dengan lumuran gula aeren yang di cairkan,

- Foto Cara Penyajian:
Responsive image


Kecocokan Makanan dengan Usia

Semua Umur

Risiko Kerentanan (Bahaya Makanan)Perspektif Pandangan Setempat (bukan Medis-Klinis)

Tidak Tahu

Efek/Kelebihan (Non Kerentanan) Perspektif Pandangan Setempat (bukan Medis-Klinis)

Tidak Tahu, menambah energi pada tubuh

Catatan Lain

Cara pembuatannya masih terbilang unik. Tak bakal ditemukan di tempat lain deh. Kue ini dimasak tidak menggunakan kompor, tetapi menggunakan “pallu” sebagai pengganti kimpor. dan “panjepangan” sebagai pengganti wajan. nah kedua alat tersebut terbuat dari tanah liat. Mantap gaes. Pantas saja rasanya uneaaaak. Masih alami.

Jenis Informan : Website

https://resepnusantara.id/bikang-mandar/

Komentar

Tinggalkan Komentar

Kembali